Gebyar Sumpah Pemuda

(Wastra Litera)

 

Bandung Barat  – SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan menyelenggarakan kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda tahun 2023. Kegiatan ini telah dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Selaras dengan visi SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan “A school equipping and increasing learners potential”, sekolah membekali siswa dalam proses peningkatan potensi belajar tersebut.

Kegiatan ini memiliki nama “Wastra Litera”. Secara etimologi kata wastra memiliki arti kain tradisional yang memiliki makna dan simbol pada dimensi warna, ukuran, dan bahan. Kain wastra biasa digunakan pada batik, tenun, songket, dan sebagainya. Selanjutnya, kata litera menurut etimologi memiliki arti tentang kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Oleh sebab itu, nama Wastra Litera memiliki harapan agar siswa lebih mencintai budaya dan bahasa Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas dua kegiatan, yaitu Bulan Bahasa dan pameran seni budaya. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam satu waktu yaitu pada tanggal 26 Oktober 2023.

Kegiatan pertama adalah Bulan Bahasa dan Sastra. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan literasi, orasi kebahasaan, dan pentas puisi. “Berbahasa yang Sehat dengan Literasi yang Kuat” merupakan tema kecil dari kegiatan Bulan Bahasa dan Satra tahun ini. Tujuan dari kegiatan ini sebagai sarana berekspresi dan mengembangkan bakat-bakat siswa di bidang akademik dan non akademik khususnya pada bidang bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan pertama ini dibuka dengan orasi Sumpah Pemuda oleh Ananda Azka Sabiq dari kelas IX Al Aziz. Orasi tersebut berisi ajakan pada seluruh siswa untuk menghargai peristiwa Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928. Penampilan orasi ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri siswa.

Selain penampilan orasi, terdapan dua kegiatan lainnya dalam Bulan Bahasa dan Sastra. Readathon dan pertunjukan puisi menjadi menu utama dalam kegiatan pertama ini. Dua kegiatan tersebut merupakan ruang berekspresi bagi siswa dalam menyalurkan minat dan bakatnya. Mulai dari mengulas buku, penampilan rampak puisi, sampai berbalas pantun turut dibawakan oleh siswa dalam kegiatan tersebut.

 



Pameran seni dan membantik merupakan kegiatan kedua dalam agenda ini. Kegiatan tersebut merupakan ajang bagi siswa untuk menunjukkan karya seni yang telah dibuat sebelumnya. Harapan dari diadakannya kegiatan ini adalah bisa membangkitkan potensi kreatif siswa. Selain itu, siswa diharapkan dapat lebih mengenal budaya batik.

Setiap kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian ditugaskan untuk membuat sebuah karya yang akan dipajang pada kegiatan pameran sekolah. Setelah itu, pada hari kegiatan siswa yang telah berkelompok tersebut diminta untuk mewarnai kain wastra yang sudah memiliki motif menggunakan canting yang disediakan oleh panitia OSIS.


“Saya berharap melalui kegiatan ini mampu memfasilitasi siswa dalam proses pengembangan potensi psikis dan fisik. Untuk psikis, siswa belajar dalam pengelolaan penyelenggaraan program yang di dalamnya ada pengelolaan emosi, pengelolaan dalam berkolaborasi, menyampaikan pendapat, dan menghargai pendapat orang lain. Pengembangan fisik sendiri siswa akan mendapatkan peningkatan motorik yang seimbang dan menmbah koordinasi antar tubuh dengan otak,” ujar Nanang Iskandar selaku Kepala Sekolah SMP Al Azhar Syifa Budi Parahyangan.

Beliau berharap dengan kedua kegiatan tersebut bisa meningkatkan potensi belajar siswa pada bidang intellectual dan juga creativity. Kegiatan Bulan Bahasa bisa meningkatkan intelektual siswa, sedangkan pameran seni bisa meningkatkan kreativitas siswa. (Kontributor: Ayip Saepudin)