EFEKTIVITAS PENINGKATAN MUTU PENGELOLAAN PENDIDIKAN

EFEKTIVITAS PENINGKATAN MUTU PENGELOLAAN PENDIDIKAN

  Paradigma pendidikan berubah baik secara makro maupun mikro. Secara makro terjadi perubahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi, sedangkan secara mikro mulai diperkenalkan model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Mutu merupakan suatu keharusan apalagi untuk sekolah swasta, dimana kelangsungan sekolah tergantung dari banyak tidaknya peserta didik. Semakin berkualitas maka sekolah akan banyak diminati oleh masyarakat. Tahapan/siklus model MBS dan MPMBS adalah penetapan visi, misi dan tujuan sekolah, analisis kebutuhan, perencanaan, implementasi, monitoring/pengawasan, evaluasi, Apabila visi belum tercapai maka terjadi siklus yang berulang tetapi apabila tercapai maka dibuatlah visi, misi dan tujuan sekolah yang baru. Pilar MBS dan MPMBS adalah peningkatan mutu, kemandirian, partisipasi dan akuntabilitas. Peningkatan Mutu pengelolaan pendidikan sesuai dengan Permendiknas no. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan adalah perencanaan pembuatan program, pelaksanaan kerja, monitoringpengawasan, evaluasi, Kepemimpinan, dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Kenyataannya banyak sekali sekolah yang belum mengoptimalkan aspek-aspek tersebut diatas sehingga berimplikasi terhadap kurang tercapainya visi, misi dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan, rendahnya ketercapaian jaminan kualitas (Quality Assurance) dan rendahnya kualitas output dan outcome . Beberapa penyebabnya antara lain adalah pemahaman dan komitmen warga sekolah yang masih kurang berkaitan dengan mutu, masih sedikit sekali orang yang serius memikirkan tentang peningkatan mutu serta tidak adanya Prosedur dan mekanisme kegiatan (SOP) yang dibuat bersama dan terdokumentasi. Cara yang bisa sekolah lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan sosialisasi manajemen mutu lebih intensif kepada warga sekolah dan masing – masing menandatangani surat kesanggupan menjalankan manajemen mutu disekolah untuk menimbulkan komitmen dan rasa tanggung jawab. Pemahaman guru mengenai manajemen mutu ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan SDM terhadap Kepala Sekolah dan Wakil, Guru, Tenaga dministrasi Sekolah (TAS), Pustakawan, Laboran dan BK baik secara On atau In Job (Pendampingan). Termasuk pemahaman dan pembuatan standar Operasi Prosedur (SOP) yang dibuat dan dilaksanakan bersama- sama. Sekolah dikatakan efektif apabila tujuan – tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya tercapai. Dikatakan efektif bukan karena banyaknya program yang dibuat atau tingginya target yang dibuat tetapi lebih melihat program tersebut terkur dan tercapai. Ada 4 (empat) penentu suatu sekolah efektif atau tidak yaitu pertama, Kepemimpinan Kepala Sekolah yang dapat mendorong, mempengaruhi, memberdayakan dan memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan, kedua, Guru sebagai ujung tombak. Ketiga, Sistem yang meliputi manual mutu, pedoman mutu, prosedur kerja, instruksi kerja dan SOP. Keempat, daya dukung baik sarana prasarana atau dukungan dari komite sekolah, masyarakat dan instansi terkait. Bandung Barat, 12 Oktober 2016 H. Erwin Firdaus, SP, M.MPd. (Tim Pengembang Mutu Sekolah )